A= Luas penampang (m2) E = Modulus elastisitas (N/m) ΔL = Pertambahan panjang (m) Lo = Panjang mula-mula (m) 6. Hukum Hooke. Hukum Hooke menyatakan bahwa “bila gaya tari tidak melampaui batas elastis pegas, maka pertambahan panjang pegas berbanding lurus dengan gaya tariknya”. Secara matematis ditulis sebagai berikut. Sedangkangelombang longitudinal adalah gelombang yang arah merambatnya searah dengan arah getarnya, contohnya gelombang bunyi dan gelombang pada pegas. Gelombang ini terdiri dari rapatan dan regangan. Rapatan adalah daerah-daerah dimana kumparan-kumparan mendekat selama sesaat. Regangan adalah daerah-daerah dimana kumparan-kumparan menjauh rumusbab elastisitas bahan DRAFT. 1st grade. 0 times. 0% average accuracy. 4 minutes ago. idatulzaidan2282_48128. 0. Save. Edit. Edit. Pegas merupakan salah satu benda yang bersifat elastis, susunan pegas campuran (seri dan paralel) terdapat pada gambar. answer choices . Tags: Question 10 . SURVEY . Berdasarkanrumus elastisitas di atas ternyata pegas tidak hanya disusun secara seri saja, namun juga disusun secara paralel. Panjang kedua pegas yang ditambahkan dapat sama apabila kedua pegas ini menggunakan gaya untuk menariknya. Untuk itu susunan pegas ini dapat dirumuskan seperti berikut: Contoh Soal Elastisitas Fisika. Setelah menjelaskan Perbandinganluas penampang pipa besar dan pipa kecil adalah 5:1. Posisi pipa besar adalah 5 m di atas permukaan tanah dan pipa kecil I m di atas permukaan tanah. Kecepatan aliran air pada pipa besar adalah 72 km/jam dengan tekanan 9,1 x 10^5 Pa. (Rho air 1000 kg/m³ dan g= 10 m/s²) Tentukan: a) Kecepatan air pada pipa kecil? Sedangkanpersamaan pegas seri dapat dinotasikan dalam rumus. 1/k = 1/k1 + 1/k2 + – – – 2. Susunan Pegas Paralel. Sedangkan elastisitas benda pegas yang disusun secara paralel tergambar pada ilustrasi berikut. Halini karena rangkaian paralel mempunyai percabangan. Disamping itu, rangkaian paralel pada umumnya menggunakan satu saklar khusus untuk satu beban saja. Baca juga: Cara Merangkai Lampu Led Seri Dan Paralel. Perbedaan pada Rumus Rangkaian Seri dan Paralel. Selain dari bentuk rangkaian yang berbeda, rangkaian seri dan rangkaian paralel Bilasusunan pegas terdiri dari gabungan susunan seri dan paralel maka harus ditentukan dahulu bagian yang digabung terlebih dahulu. jika diibaratkan aliran sungai maka bagian cabang yang terumitlah yang digabung terlebih dahulu, baru kemudian hasil gabungan tersebut digabung dengan bagian yang lain.intinya penggabungan secara seri dan paralel Bila2 pegas dengan tetapan yang sama disusun seri, maka panjang pegas menjadi 2x. sehingga penulisan sistematisnya seperti dibawah ini : K s = ½ k. Dimana K s = persamaan Hukumhooke disebuah benda pegas itu tersusun secara seri, paralel, dan juga energi potensial yang tersimpan di dalam benda pegas. 1. Rangkaian Seri. Dua atau lebih benda pegas yang tersusun dengan secara seri itu akan menghasilkan persamaan seperti berikut : K_s=frac{k}{n} atau . K_s=frac {1}{2}k. Susunan benda pegas seri (Ks) itu sebanding Pegasmemiliki 2 model rangkaian yaitu Rangkaian Pegas Seri dan Rangkaian Pegas paralel, berikut penjelasannya: Baca Juga : Hukum Coulomb. Rangkaian Pegas Seri. Jika terdapat dua Susunanbenda pegas seri (K s) sebanding dengan nilai konstanta (k), dan berbanding terbalik dengan jumlah benda (n). Satuan konstanta yang telah ditetapkan adalah N / m. B. Rangkaian Paralel. Benda pegas yang tersusun dari dua atau lebih benda, maka luas penampangnya juga akan bertambah hingga dua kali dari luas awal. Padarangkaian paralel terdapat 2 titik, yaitu A dan B. Titik A dan titik B disebut titik percabangan. Dapat diketahui bahwa jumlah kuat arus listrik yang masuk titik percabangan, titik A sama besarnya dengan jumlah kuat arus listrik yang keluar dari titik percabangan titik B. Oleh karena itu : Perlutahu cara menghitung hambatan rangkaian seri, paralel, dan kombinasi seri dan paralel? Jika kamu tidak ingin membakar papan rangkaianmu, kamu harus tahu! Artikel ini akan menunjukkan caranya padamu hanya dalam beberapa langkah yang mudah. Sebelum membacanya, pahami bahwa hambatan tidak benar-benar memiliki masukan dan keluaran. Rangkaianseri dan rangkaian paralel adalah 2 jenis rangkaian yang di gunakan untuk menghubungkan satu atau lebih komponen listrik menjadi satu kesatuan rangkaian. Penggabungan kedua rangkaian ini di sebut dengan Rangkaian Campuran. Rumus Rangkaian Campuran. Contoh Rangkaian Campuran. Berikut ini adalah contoh gambar rangkaian campuran. YUYa. Pernahkah kalian mengamati suspensi belakang sepeda motor? Biasanya, setelan suspensi sepeda motor menganut sistem monoshock atau dualshock. Alasan pemilihan sistem suspensi tersebut, tentu saja hanya ingin mendapatkan setelan suspensi yang nyaman dan dengan setelan suspensi, dalam fisika juga dikenal istilah dengan susunan pegas secara seri dan paralel, atau bisa juga gabungan dari keduanya. Berikut adalah penjelasan tentang pegas yang tersusun secara seri dan Susunan Pegas Secara SeriSusunan Pegas Secara Seri adalah susunan pegas yang dibuat dengan tujuan untuk mendapatkan konstata yang lebih kecil sehingga pertambahan panjang pegas menjadi besar. Perhatikan gambar di atas, dua buah pegas masing-masing dengan konstata k1 dan k2 disusun secara seri. Kemudian ditarik atau diberi beban dengan gaya F. Gaya yang bekerja pada pegas 1 atas sama dengan gaya yang bekerja pada pegas 2 bawah. Artinya, besarnya gaya pada beban pegas 1, dan pegas 2 sama besarnya. Untuk mencari konstata penggantinya adalah sebagai berikut Keteranganks = konstata pegas susunan seri N/mk1 = konstata pegas 1 N/mk2 = konstata pegas 2 N/mJika pegas yang tersusun lebih dari 2 maka selanjutnya + 1/k3 + 1/k4 dan Susunan Pegas Secara ParalelSusunan pegas secara paralel adalah susunan pegas yang dibuat dengan tujuan untuk mendapatkan konstata yang lebih besar sehingga pertambahan panjang pegas menjadi kecil. Dari gambar di atas terdapat dua pegas yang tersusun paralel, dengan konstata masing-masing k1 dan k2. Kemudian, diberi beban dengan gaya F. Pada gaya beban F ini terbagi menjadi dua, yaitu pada pegas 1 kiri sebesar F1 dan pegas 2 kanan sebesar F2, atau jika ditulis secara matematika F = F1 + F2 , sedangkan jika ingin mencari konstata pengganti pegas yang tersusun secara paralel adalah sebagai berikut Keterangankp = konstata pegas susunan paralel N/mk1 = konstata pegas 1 N/mk2 = konstata pegas 2 N/mJika pegas yang tersusun lebih dari 2 maka selanjutnya + k3 + k4 dan seterusnya. Baca Juga Elastisitas dan Hukum Hooke Beserta Contoh SoalnyaContoh soal buah pegas disusun secara seri dengan masing-masing konstatanya k1 = 300 N/m dan k2 = 400 N/m. Tentukanlah konstata pegas yang disusun secara seri tersebut!PenyelesaianDiketahuik1 = 300 N/mk2 = 400 N/mDitanyakan ks = ?Jawab1/ks = 1/k1 + 1/k21/ks = 1/300 + 1/4001/ks = 4/ + 3/ = 7/ ks = ks = 171,43 N/mJadi, konstata pegas yang disusun secara seri tersebut adalah 171,43 N/ konstata dari 3 buah pegas yang disusun secara paralel, jika masing-masing konstatanya k1 = 300 N/m, k2 = 400 N/m, dan k3 = 300 N/ = 300 N/mk2 = 400 N/mk3 = 300 N/mDitanyakan kp = ?Jawabkp = k1 + k2 + k3kp = 300 + 400 + 300kp = N/mJadi, konstata pegas yang disusun secara paralel tersebut adalah 171,43 N/m. Tetapan Pengganti Pegas Dua buah pegas atau lebih dapat disusun seri, paralel, atau gabungan seri dan paralel. Susunan pegas dapat diganti dengan sebuah pegas pengganti. Berikut ini hal-hal yang berkaitan dengan pegas pengganti dari susunan pegas seri dan paralel. Pada susunan pegas, baik susunan seri, paralel, atau kombinasi keduanya, besarnya konstanta pegas merupakan konstanta pegas pengganti. Rumus dasar yang digunakan adalah rumus modulus Young dan Hukum Hooke. Jadi, tetapan pegas berbanding lurus dengan luas penampang pegas A, modulus Young Y, dan berbanding terbalik dengan panjang pegas X. Susunan Seri Misalnya, dua pegas dengan konstanta gaya k1, k2, dan disusun seri. Apabila pada ujung susunan pegas bekerja gaya F, maka masing-masing pegas mendapat gaya yang sama besar yaitu F. Secara matematis dituliskan F= F1 = F2 Pertambahan panjang pegas pengganti sama dengan jumlah pertambahan panjang masing-masing pegas. X= x1 + x2 Sehingga tetapan pegas pengganti atau tetapan pegas pengganti juga bisa tuliskan Susunan paralel dua buah pegas masing-masing dengan konstanta gaya k1, k2, dan k3, disusun paralel dan pada ujung ketiga pegas bekerja gaya F. Gaya yang menarik pegas pengganti sama dengan jumlah gaya yang menarik masing-masing pegas. Secara matematis dapat dituliskan F = F1 + F2 Selama gaya F bekerja, pertambahan panjang masing masing pegas besarnya sama, yaitu X= x1 = x2 Maka, tetapan pegas pengganti untuk susunan paralel adalah Halo temen-temen, apak kabar? Kabar baik ya di kesempatan kali ini kita akan membahas tentang gaya pegas. Kalian pengen tahu apa dan gimana aja??Simak di poin-poin berikut ini Gaya PegasApa yang ada pada pikiran kalian bila mendengar kata pegas?Elastis? Karet atau bisa memanjang?.Yaa memang, beberapa orang bila mendengar kata pegas maka akan berpikir karet, padahal tidak semua benda yang berbahan dasar karet bersifat pegas dalam fisika disebut dengan istilah hukum hooke itu sendiri merupakan gagasan yang dikenalkan oleh seoran Robert Hooke, dimana hukum ini menyelidiki hubungan antara gaya pegas atau benda elastis lainnya supaya benda tersebut dapat kembali ke bentuk semula bila diberi sebab yaitu sebuah disimpulkan, maka gaya hooke merupakan ilmu yang mengkaji jumlah gaya maksimum yang bisa diberikan oleh suatu benda dengan sifatnya yang elastis sifat elastis ini sering dimiliki oleh pegas agar tidak melewati batas elasitas yang bisa mengakibatkan benda tersebut kehilang sifat disebut sebagai hukum, maka biasanya terdapat bunyi hukum yang menjelaskannya, lalu bagaimana bunyi hukum hooke?Bunyi hukum hooke yaitu sebagai berikut Bahwa besarnya gaya yang bekerja pada suatu benda sebanding dengan pertambahan panjang beda tersebut, hal ini berlaku pada benda yang memiliki sifat elastis dapat meerenggang Nah selanjutnya kita langsung aja ke contoh penerapan gaya pegas / hukum hooke. Simak di poin selanjutnya ya Benda yang Memiliki Gaya PegasPrinsip gaya pegas ini telah diaplikasikan pada alat-alat tertentu, contohnya seperti di bawah ini Teleskop, yang fungsinya untuk melihat benda-benda jauh di luar angkasa agar tampak yang digunakan untuk mengukur percepatan gravitasi yang memkai peer untuk mengatur yang berfungsi untuk melihat jasad renik yang sangat kecil dan tidak bisa Nampak bila hanya menggunakan mata tongkat-tongkat persneling di suatu yang menggunakan atau jam kasa yang digunakan unutk mengetahui posisi kapal yang berada di tengah bagaimanakh cara menganalisis hukum hooke/gaya pegas tersebut? Bagaimana penulisan secara sistematisnya?Baca juga Gaya hukum hooke juga bisa dihitung dan mendapat angka untuk mendefinisikan gaya tersebut. Penulisan secara sistematisnya yaitu sebagai berikut F = = gaya yang diberikan pada suatu pegas N k = konstanta yang dimiliki pegas N/m x = pertambahan panjang pegas akibat dari gaya mKonstanta PegasKonstanta pegas adalah karakteristik dari sebuah pegas. Didefinisikan sebagai rasio dari gaya yang bekerja pada pegas terhadap perubahan panjang pegas yang rumus diatas terjadi fenomena-fenomena lain pada pegas sehingga dapat dituliskan secara sistematis seperti berikut ini1. TeganganTegangan merupakan keadaan dimana benda akan mengalami pertambahan panjang, dimana ujung satu diberi gaya dan ujung lainnya sistematisnya sebagai berikut = F/ADimanaF = gaya NA = luas penampang m2 = tegangan N/m2 atau Pa2. ReganganRegangan merupakan suatu kondisi untuk membandingkan pertambahan panjang dengan panjang semuala suatu pegas. Penulisan sistematisnya sebagai berikut e = L/Lodimanae = ReganganL = pertambahan panjang mLo = panjan awal m3. Modulus elastisitas modulus youngModulus elastisitas menggambarkan perbandingan antara tegangan dengan regangan suatu benda. Bila ditulis secara sistematis maka E = /eDimanaE = modulus elastisitas N/me = regangan = tegangan N/m2 atau Pa4. Mampatan Mampatan hampir sama dengan regangan yang membedakan adalah arah perpindahan molekul regangan arah perpindahan molekulnya akan terdorong keluar, sedang pada mampatan arah perpindahan molekulnya terdorong ke dalam, sehingga disebut Hubungan Gaya Tarik Dengan Modulus YoungHubungan antara gaya Tarik dan modulus young juga bisa dituliskan secara matematis sebagai berikut E = /eE = F/A/ L/LoE = F/A = E L/ LoDimanaE = modulus elastisitas N/me = regangan = tegangan N/m2 atau PaA = luas penampang m2L = pertambahan panjang mLo = panjan awal mPegas memiliki 2 pemodelan susunan yaitu seri dan paralel. Berikut juga Resultan Pegas SeriBila 2 pegas dengan tetapan yang sama disusun seri, maka panjang pegas menjadi 2x. sehingga penulisan sistematisnya seperti dibawah ini Ks = ½ k Dimana Ks = persamaan pegask = konstanta pegas N/mpersamaan untuk n pegas yang disusun seri yakni sebgaia berikutKs = k/nDimana n = jumlah pegasSusunan Pegas ParalelBila beberapa pegas disusun paralel, maka panjang pegasnya akan tetap sama dengan panjang pegas semula, namun luas penampangnya menjadi lebih besar. Sehingga peulisan secara sistematisnya adalah Kp = 2kDimanaKp = persamaan pegas susunan paralelk = konstanta pegas N/msedangkan persamaan n untuk pegas yang disusun paralel yakniKp = n jumlah pegasUntuk memahaminya dengan baik, kalian bisa menyimak contoh soal dari gaya pegas pada poin juga Gaya Soal Gaya PegasSetelah diberi gaya sebuah pegas memiliki panjang 25 cm. bila pegas tersebut memiliki kontanta sebesar 400 Maka berapa gaya yang diberikan pada pegas ?PembahasanDiketahui x = 25 cm = 0,25 mk = 400 = F = 400 x 0,25 mF = 100 NOkeyy, itu tadi pembahasan mengenai gaya pegas tau dalam fisika orang sering menyebutnya dengan hukum hooke. Baca juga bermanfaat bagi pembaca dan jangan lupa selalu ikuti artikel pembahasan materi fisika lainnya. Terima kasih. Memasuki masa SMA, Sobat Zenius udah pasti nggak asing dengan materi yang satu ini. Yap, supaya elo makin memahaminya, gue mau ngajak elo semua buat ngebahas rumus elastisitas gaya pegas. Waktu kecil, Sobat Zenius familiar nggak, sih, dengan permainan lompat tali? Inget banget, kan, pasti dulu bikinnya harus semaleman mengaitkan karet gelang satu persatu hingga tebal dan panjang. Kalau dipikir-pikir kenapa harus menggunakan karet gelang, ya? Kenapa nggak menggunakan tali tambang atau tali rafia saja? Yap, jawabannya karena karet gelang mempunyai sifat yang elastis! Nah, kalau elo ditanya seperti ini, “jelaskan mengenai karakter elastisitas!”, kira-kira apa jawaban elo? Supaya elo nggak bingung menjawabnya, gue mau ngebahas elastisitas lebih dalam lagi, nih, lewat artikel ini. Nggak cuman itu, seperti yang sudah dijanjikan di awal artikel, kita juga akan membahas rumus elastisitas gaya pegas. Yuk, simak bersama-sama, ya! Apa Itu Elastisitas?Rumus Elastisitas Fisika Modulus YoungGaya PegasHukum HookeContoh Soal Rumus Elastisitas Gaya Pegas Apa Itu Elastisitas? Sebelum melangkah lebih jauh, mari kita bahas terlebih dahulu mengenai definisi dari elastisitas Fisika. Sifat benda terbagi menjadi dua yaitu plastis dan elastis. Benda plastis adalah benda yang ketika diberikan suatu gaya tidak akan kembali ke bentuk semulanya, meskipun gaya yang diberikan telah hilang. Sedangkan, benda elastis memiliki sifat yang berkebalikan dengan benda plastis yaitu jika diberikan gaya, maka benda akan kembali ke bentuk semulanya setelah gaya yang diberikan hilang. Jadi, elastisitas adalah kemampuan suatu benda untuk dapat kembali ke bentuk awalnya segera setelah gaya yang diberikan kepada benda tersebut dihilangkan. Elastisitas benda ternyata dapat dihitung loh dari tegangan dan regangan yang bekerja dan diberikan kepada benda. Gaya yang dihasilkan oleh benda elastis adalah gaya pegas. Nah, pembahasan mengenai gaya pegas akan kita bahas di subbab selanjutnya, ya, Sobat Zenius. Pastikan pantengin artikel ini sampai selesai! Tegangan Stress Bukan hanya Sobat Zenius saja, nih, yang bisa merasakan stress. Pasalnya, ternyata benda elastis yang diberikan gaya tertentu juga bisa merasakan stress, atau tegangan. Tegangan adalah gaya yang bekerja pada setiap satuan luas. Tegangan tergolong ke dalam besaran skalar loh, sehingga secara matematis dapat dituliskan sebagai berikut dengan stress atau tegangan N/m² F gaya yang diberikan pada benda N A luas penampang m² Selain tegangan, faktor lainnya yang berpengaruh pada rumus elastisitas adalah regangan. Regangan Strain Benda yang semula telah mengalami stress atau tegangan, kemudian akan mengalami regangan. Regangan adalah pertambahan panjang suatu benda per satuan panjang benda mula-mula akibat adanya gaya tarikan yang diterima oleh benda. Regangan strain tidak memiliki satuan. Rumus regangan secara sistematis dapat dituliskan sebagai berikut Dengan ε strain atau tegangan Δl pertambahan panjang m panjang mula-mula m Setelah tegangan dan regangan diketahui, baru rumus elastisitas Fisika bisa ditentukan. Mau materi dan video pembelajaran tentang Fisika yang lebih lengkap? Download Zenius di gadget elo ya, biar belajar makin seru. Klik tombol download di bawah ini, ya! Download Aplikasi Zenius Fokus UTBK untuk kejar kampus impian? Persiapin diri elo lewat pembahasan video materi, ribuan contoh soal, dan kumpulan try out di Zenius! Rumus Elastisitas Fisika Modulus Young Modulus young adalah perbandingan antara tegangan dan regangan. Sebab regangan tidak memiliki satuan, modulus young mempunyai satuan yang sama dengan tegangan Ngomong-ngomong soal elastisitas, pulpen cetak cetek yang kita pakai sehari-hari juga menggunakan konsep elastisitas loh, khususnya di bagian per/pegasnya. Ilustrasi pulpen Dok. Arsip Zenius Ketika kita menekan pulpen sama saja dengan kita memberikan gaya, loh! Gaya apa ya yang kita berikan? Yap, seperti yang sudah gue sebutkan di awal, jawabannya adalah gaya pegas. Gaya pegas adalah gaya yang bekerja pada pegas, menyebabkan pegas dapat memanjang dan memendek. Sifat gaya pegas adalah menahan gaya luar yang menarik pegas. Karena itu, arah gaya pegas berlawanan dengan arah perubahan panjang pegas. Ngomongin soal gaya pegas, pasti nggak asing dengan hukum Hooke. Hukum Hooke Dari hukum Hooke di atas, kita bisa mengetahui juga energi potensial pegas. Energi Potensial Pegas Energi potensial pegas merupakan usaha yang dilakukan oleh gaya pegas dalam mengubah panjang pegas. Secara matematis persamaan dari energi potensial pegas dapat kita tuliskan sebagai berikut Ep = F . Δx Ep = ½ . k . Δx² Kita tahu di pulpen hanya terdapat satu pegas sehingga lebih mudah dihitung gaya pegasnya, tapi bagaimana dengan beberapa buah pegas yang disusun membentuk rangkaian? Rangkaian Pegas Elastisitas rangkaian pegas merupakan susunan beberapa buah pegas baik disusun secara seri, paralel atau bahkan gabungan keduanya. Dalam rangkaian pegas, setidaknya ada dua rangkaian yang perlu Sobat Zenius ketahui, yaitu rangkaian seri dan paralel. Contoh Soal Rumus Elastisitas Gaya Pegas Nah, setelah mumet dengan semua rumus elastisitas dan gaya pegas ini, kita langsung masuk aja yuk ke contoh soalnya! Contoh soal 1 Sebuah pegas sepanjang 20 cm ditarik dengan gaya 10 N menyebabkan panjang pegas menjadi 22 cm. Bila pegas tersebut ditarik dengan gaya F sehingga panjangnya menjadi 23 cm, besar gaya F adalah… Pembahasan Pada soal ini, kalian hanya perlu membandingkan dua keadaan, yaitu keadaan 1 dan keadaan 2 yang diketahui F₁ = 10 N Δx₁ = 22 cm – 20 cm = 2 cm Δx₂ = 23 cm – 20 cm = 3 cm Dua keadaan tersebut kita bandingkan dengan rumusan hukum hooke yaitu F₂ = 15 N Contoh soal 2 Terdapat 4 buah pegas identik dengan masing-masing memiliki konstanta elastisitas 1600 N/m, 3 buah pegas disusun paralel dan diserikan dengan pegas ke-4. Kemudian beban w yang digantung menyebabkan rangkaian pegas secara keseluruhan mengalami perpanjangan sebesar 5 cm. Berat beban w adalah… Pembahasan Pada soal di atas telah diketahui K = 1600 N/m Δx = 5 cm = 0,05 m = k₁ + k₂ + k₃ = k + k + k = = = 4800 N/m Sekarang hitung k totalnya Untuk menentukan berat bendanya kita gunakan rumus hukum hooke w = F = k . Δx = 1200 . 5×10⁻² = 60 N Demikian penjelasan singkat mengenai rumus elastisitas gaya pegas dalam Fisika yang bisa Sobat Zenius pelajari dengan saksama. Selain mendapatkan akses premium serta penyampaian yang mudah dicerna, elo juga akan menemukan beragam contoh soal menarik yang bisa dipelajari. Gimana cara mendapatkannya? Elo tinggal buat akun Zenius terlebih dahulu di sini, lalu klik banner di bawah ini. Ketikkan materi pelajaran yang mau elo pelajari, lalu cari, deh, bab-bab yang elo tuju. Biar makin mantap, Zenius punya beberapa paket belajar yang bisa lo pilih sesuai kebutuhan lo. Di sini lo nggak cuman mereview materi aja, tetapi juga ada latihan soal untuk mengukur pemahaman lo. Yuk langsung aja klik banner di bawah ini! Baca Juga Artikel Lainnya 4 Rumus Gerak Harmonik Sederhana yang Mudah Dipahami Rumus Energi Potensial dalam Fisika Rumus Tegangan Elastisitas Referensi Sibejoo et al. 2015. Kumpulan Materi Panduan Terarah Fisika SMA/SMK. Bandung ID PT Mizan Pustaka. Originally published October 02, 2021Updated by Maulana Adieb & Arieni Mayesha

rumus pegas seri dan paralel