Tugasahli K3 umum secara terperinci bisa Anda simak ulasannya sebagai berikut: Mencegah terjadinya kecelakaan saat bekerja. Memberikan teguran hingga sanksi kepada karyawan yang melanggar aturan K3. Memberikan kompensasi kepada karyawan. Memberikan pertolongan pertama pada pekerja yang mengalami kecelakaan. MANFAATSERTIFIKASI ISO 9001:2015 1. ISO 9001 membantu organisasi untuk mencapai penghasilan yang diinginkan 2. ISO 9001 meningkatkan kepuasan pelanggan melalui persyaratan pelanggan 3. ISO 9001 membantu organisasi untuk menghindari risiko 4. Sistem Manajemen Mutu adalah pendekatan berkelanjutan dari bisnis apapun Syaratuntuk Mendapatkan Gelar CPA. Biaya Sertifikasi CPA. Seorang akuntan, layaknya profesi lain, harus memiliki gelar berdasarkan kompetensinya. Gelar untuk akuntan ini disebut Certified Public Accountant (CPA). Gelar ini diberikan kepada akuntan publik yang telah menyelesaikan proses sertifikasi dan memiliki pengalaman yang sesuai standar. PekerjaEHS menilai risiko dengan mengevaluasi tingkat keparahan potensi bahaya, serta kemungkinan bahwa itu akan terjadi. Matriks penilaian risiko berisi seperangkat nilai untuk probabilitas dan tingkat keparahan bahaya. Matriks risiko 3×3 memiliki 3 tingkat probabilitas dan 3 tingkat keparahan. Seperti standar matriks risiko 3×3 berisi mengendalikanrisiko yang timbul. 1 2. Teori Manajemen Risiko Risiko dapat didefinisikan sebagai suatu potensi terjadinya suatu peristiwa (events) yang dapat menimbulkan kerugian. Menurut Woork book level 1 global association of risk professional/badan sertifikasi manajemen risiko, risiko didefinisikan sebagai “chance of bad out BNSPtelah menetapkan 9 level sertifikasi pada masing-masing profesi. Dimana melalui sertifikasi jenis ini, maka tingkat kompetensi angkatan kerja disesuaikan dengan standar nasional serta pasar kerja internasional. Suatu perusahaan juga dapat mengambil Kursus Paket Sertifikasi Pelatihan Manajemen Sumber Daya Manusia untuk peningkatan Mengenaisertifikasi, ISO 31000:2018 memberikan pedoman, bukan persyaratan, dan oleh karena itu tidak dimaksudkan untuk tujuan sertifikasi. Ini memberi manajer fleksibilitas untuk menerapkan standar dengan cara yang sesuai dengan kebutuhan dan tujuan organisasi mereka. Sertifikat Iso Murah iso, ISO 14001, ISO 22000, ISO 31000, ISO 31001, ISO Apaitu ISO 28000? ISO 28000 adalah standar yang menetapkan persyaratan sistem manajemen keamanan terutama yang berhubungan dengan jaminan keamanan dalam rantai pasokan. Tujuan dari standar ISO 28000 ini adalah mengkoordinasikan mekanisme manajemen risiko antar fungsi dengan baik, meningkatkan pengukuran kinerja dan perbaikan ManajemenKeuangan: 6: ACCA Fundamental Level : Financial Reporting (FR) Pilihan: 1. Manajemen Risiko – LSP-PM 2. Prinsip Perencanaan Keuangan – FPSB Bentuk sertifikasi yang ditawarkan kepada mahasiswa meliputi Sertifikasi Manajemen Risiko (Certified Risk Associate) atau disingkat CRA. Unit kompetensi yang diujikan berasal dari PENGERTIANRISIKO BISNIS ‱ Menurut Badan Sertifikasi Manajemen Risiko (2007), risiko bisnis adalah risiko yang terkait dengan posisi kompetitif perusahaan dan prospek perusahaan untuk berkembang dalam pasar yang senantiasa berubah. DOL = Persentase perubahan EBIT/ Persentase perubahan penjualan DOL = 1, 8% / 85, 71% = 21 4. DOL level 10 SertifikasiCertified Risk Professional (CRP) adalah sertifikasi kompetensi Manajemen Risiko Utama yang terstandarisasi Badan Nasional Sertifikasi Profesional. Jenjang CRP merupakan lanjutan atau level senior dari Jenjang Certified Risk Associate (CRA) serta Affiliate Risk Manager. Kompetensi sebagai Profesional di bidang Manajemen Risiko harus PembekalanOnline Publik Sertifikasi Manajemen Risiko Level 1 tanggal 4-5 Agustus 2022. Pembekalan Sertfikasi Manajemen Risiko Level 1 LSPP. Teacher: Etty Fauzia; Bank Mandiri, Pembekalan SMR Level 1 tanggal 4-5 Agustus 2022 Pembekalan Sertfikasi Manajemen Risiko Level 1 LSPP. Teacher: Etty Fauzia; KualifikasiLevel : PE. Kepatuhan & Pemantau Risiko/ Level V Melengkapi permohonan ini, kami lampirkan: No Keterangan Dokumen Ada Tidak 1 Formulir Permohonan Sertifikasi (FR-APL-01) 2 Penilaian Mandiri (FR-APL-02) 3 Surat Keterangan Bekerja di BPR atau industri relevan 5 K.64BPR00.023.1 Menerapkan Manajemen Risiko Reputasi dan Risiko 1 Divisi Manajemen Risiko 2. Divisi Kepatuhan/Compliance 3. Satuan Kerja Audit Internal (SKAI) 4. Divisi Teknologi Informasi 5. Divisi Operasional, dan divisi/unit terkait lainnya. Investasi Rp. 2.000.000/Peserta (Full Fare) Rp. 1.500.000/Peserta (Pendaftaran 5 Peserta atau lebih dari 1 perusahaan/Instansi) Fasilitas 1. Soft Copy Materi 2. E Pelatihantersebut terdiri atas pelatihan kompetensi dalam rangka menuju sertifikasi (entry level-exam prepatory), dan pemeliharaan kompetensi dalam bentuk Pendidikan Profesi Lanjutan (Continuing Professional Education). Ruang Training Lembaga Sertifikasi Profesi Manajemen Risiko (LSPMR) Gedung Biru Lt.4 Jl. Kapten Tendean No.1 Jakarta QqqVW. Deskripsi Maksud dilakukannya sertifikasi kompetensi di bidang Risk Management adalah memastikan. memelihara dan memberikan jaminan bahwa pemegang sertifikat kompetensi menguasai kompetensi tertentu sesuai dengan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia SKKNI bidang Risk Management, dan telah memenuhi kompetensi yang dipersyaratkan untuk jabatan occupation dan jenjang kualifikasi tertentu sesuai dengan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia KKNI pada bidang Risk Management sehingga mereka memperoleh pengakuan dari pengguna/industri perbankan dalam meniti karier dan jenjang jabatannya. Tujuan Memberikan pengakuan kompetensi kepada bankir dalam bidang Risk Management. Memastikan peningkatan kompetensi bankir dalam bidang Risk Management secara berkelanjutan. Membuat standarisasi kompetensi bankir dalam bidang Risk Management. Modul Uji Sertifikasi bidang Manajemen Risiko Level 1 Rp. Modul Uji Sertifikasi bidang Manajemen Risiko Level 1 yang diterbitkan oleh Bankers Association for Risk Management BARa merupakan modul persiapan Uji Sertifikasi yang dapat dijadikan Referensi pengayaan materi dalam menghadapi Uji Sertifikasi bidang Manajemen Risiko Level 1. Modul Uji Sertifikasi bidang Manajemen Risiko Level 2 Rp. Modul Uji Sertifikasi bidang Manajemen Risiko Level 2 yang diterbitkan oleh Bankers Association for Risk Management BARa merupakan modul persiapan Uji Sertifikasi yang dapat dijadikan Referensi pengayaan materi dalam menghadapi Uji Sertifikasi bidang Manajemen Risiko Level 2. Modul Uji Sertifikasi bidang Manajemen Risiko Level 3 Rp. Modul Uji Sertifikasi bidang Manajemen Risiko Level 3 yang diterbitkan oleh Bankers Association for Risk Management BARa merupakan modul persiapan Uji Sertifikasi yang dapat dijadikan Referensi pengayaan materi dalam menghadapi Uji Sertifikasi bidang Manajemen Risiko Level 3. Modul Uji Sertifikasi bidang Manajemen Risiko Level 4 Rp. Modul Uji Sertifikasi bidang Manajemen Risiko Level 4 yang diterbitkan oleh Bankers Association for Risk Management BARa merupakan modul persiapan Uji Sertifikasi yang dapat dijadikan Referensi pengayaan materi dalam menghadapi Uji Sertifikasi bidang Manajemen Risiko Level 4. Modul Uji Sertifikasi bidang Manajemen Risiko Level 5 Rp. Modul Uji Sertifikasi bidang Manajemen Risiko Level 5 yang diterbitkan oleh Bankers Association for Risk Management BARa merupakan modul persiapan Uji Sertifikasi yang dapat dijadikan Referensi pengayaan materi dalam menghadapi Uji Sertifikasi bidang Manajemen Risiko Level 5. Modul Uji Sertifikasi bidang Manajemen Risiko Level 1 Edisi Komisaris Rp. Modul Uji Sertifikasi bidang Manajemen Risiko Level 1 Edisi Komisaris yang diterbitkan oleh Bankers Association for Risk Management BARa merupakan modul persiapan Uji Sertifikasi yang dapat dijadikan Referensi pengayaan materi dalam menghadapi Uji Sertifikasi bidang Manajemen Risiko Level 1 Komisaris. Modul Uji Sertifikasi bidang Manajemen Risiko Level 2 Edisi Komisaris Rp. Modul Uji Sertifikasi bidang Manajemen Risiko Level 2 Edisi Komisaris yang diterbitkan oleh Bankers Association for Risk Management BARa merupakan modul persiapan Uji Sertifikasi yang dapat dijadikan Referensi pengayaan materi dalam menghadapi Uji Sertifikasi bidang Manajemen Risiko Level 2 Komisaris. ï»żCe certificat s’adresse aux professionnels et futurs professionnels en gestion des risques. Ils seront exposĂ©s aux meilleures pratiques internationales en gestion des risques afin de leur permettre de mieux assurer leurs responsabilitĂ©s. Le titre que leur confĂ©rera le certificat favorisera une plus grande reconnaissance et crĂ©dibilitĂ© professionnelle. Il comporte deux modules complĂ©mentaires Module 1 Les fondamentaux en gestion des risques Management des risques selon l’ISO 31000 Mesure et cartographie des risques Module 2 Gestion des risques financiers et opĂ©rationnels Gestion des risques de crĂ©dit Gestion des risques de marchĂ© Gestion des risques opĂ©rationnels Conditions de candidature ResponsabilitĂ©s type d’un risk manager Organiser l’activitĂ© de gestion des risques. Mettre en oeuvre les procĂ©dures appropriĂ©es Ă  la bonne conduite des activitĂ©s de gestion des risques. Mesurer et surveiller les risques de marchĂ© VaR, Stress test, rĂ©vision de portefeuille. Mesurer et surveiller les risques de crĂ©dit, contrepartie, accords de BĂąle. Mesurer et surveiller les risques opĂ©rationnels. Program Eksekutif Sertifikasi Manajemen Risiko Program Eksekutif diselenggarakan guna menyikapi kondisi riil bahwa proses sertifikasi manajemen risiko yang dilakukan secara berjenjang memerlukan waktu sehingga kebutuhan meningkatkan kemampuan operasional bank umum dalam pengelolaan risiko tidak dapat dilakukan dalam waktu singkat. Dalam upaya memenuhi kebutuhan sumberdaya yang memiliki kompetensi dan keahlian dalam bidang manajemen risiko maka diselenggarakan Sertifikasi Manajemen Risiko Program Eksekutif bagi pengurus bank umum yang bersifat pembekalan pengetahuan dan ketrampilan secara komprehensif di bidang manajemen risiko. Program ini bersifat fast track yang diperuntukkan bagi Komisaris dan Direksi Bank Umum, sertifikat yang diperoleh hanya berlaku sementara, dan tidak dimaksudkan untuk menggantikan Program Sertifikasi Manajemen Risiko yang diatur dalam Peraturan Bank Indonesia Nomor 11/19/PBI/2009 tanggal 4 Juni 2009 tentang Sertifikasi Manajemen Risiko bagi Pengurus dan Pejabat Bank ini berbentuk pelatihan lanjutan di bidang manajemen risiko berupa kursus, seminar, lokakarya, atau bentuk lain yang dapat dipersamakan dengan itu. Pemegang sertifikat Program Eksekutif wajib melakukan konversi ke Sertifikat Program Regular sesuai dengan aturan mengenai ukuran dan kompleksitas usaha bank. Proses konversi dilakukan selambat-lambatnya sampai dengan tanggal 3 Agustus 2010, selain itu persyaratan wajib lainnya bagi para pemilik sertifikat eksekutif bagi direksi dan komisaris adalah mengikuti Penyegaran Program setidaknya satu kali dalam dua tahun sesuai dengan Amandemen PBI No 8/9/PBI/2006. Pelaksanaan mengenai Penyegaran Program Eksekutif diatur lebih lanjut dalam Peraturan Badan Sertifikasi Manajemen Risiko Nomor 2/2/PBSMR/2008 Tentang Penyelenggaraan Penyegaran Program Eksekutif. Dasar Pelaksanaan PBI No. 8/9/PBI/2006 tentang Perubahan Atas Peraturan Bank Indonesia No. 7/25/PBI/2005 tentang Sertifikasi Manajemen Risiko Bagi Pengurus dan Pejabat Bank Umum. PBI No. 8/9/PBI/2006 ditetapkan pada tanggal 29 Mei 2006. Pengertian Penyelenggaraan Sertifikasi Manajemen Risiko untuk Pengurus Bank Umum yang bersifat pembekalan pengetahuan dan keterampilan secara komprehensif di bidang manajemen risiko yang diselenggarakan dalam jangka waktu tertentu dan tidak berjenjang. Penyelenggaraan sertifikasi manajemen risiko program eksekutif tidak dimaksudkan untuk menggantikan program sertifikasi manajemen risiko yang diatur dalam Peraturan Bank Indonesia Nomor 11/19/PBI/2009 tanggal 4 Juni 2009 tentang Sertifikasi Manajemen Risiko Bagi Pengurus dan Pejabat Bank Umum. Pemilik Sertifikat Manajemen Risiko Program Eksekutif diharuskan melakukan konversi sertifikatnya menjadi sertifikat manajemen risiko sebelum tanggal 3 Agustus 2010. Pemilik Sertifikat Manajemen Risiko Program Eksekutif diharuskan mengikuti program penyegaran minimal 1 satu kali dalam 2 tahun sejak tanggal dikeluarkannya sertifikat manajemen risiko program eksekutif. Program Reguler Sertifikasi Manajemen Risiko Program Reguler diselenggarakan secara berjenjang dari Tingkat I sampai dengan Tingkat V dimana penilaian dilaksanakan dalam bentuk tes tertulis. Tingkatan dikategorikan berdasar jenjang jabatan dan struktur organisasi bank. Adapun pelaksanaan sertifikasi secara umum mencakup unit kompetensi diantaranya; kemampuan mengidentifikasi, mengukur, memantau, mengendalikan, dan memantau berbagai resiko yang dihadapi sektor perbankan, seperti; risiko pasar, risiko kredit, risiko operasional, risiko likuiditas, dan risiko lainnya. Materi uji kompetensi disusun berdasarkan silabus program standar profesi manajemen risiko dan kode etik yang telah mendapat pengakuan baik nasional maupun internasional. Dasar Pelaksanaan PBI No. 7/25/PBI/2005 tentang Sertifikasi Manajemen Risiko Bagi Pengurus dan Pejabat Bank Umum. PBI No. 8/9/PBI/2006 tentang Perubahan Atas Peraturan Bank Indonesia Nomor 7/25/PBI/2005 Tentang Sertifikasi Manajemen Risiko Bagi Pengurus Dan Pejabat Bank Umum. PBI No. 11/19/PBI/2009 tentang Sertifikasi Manajemen Risiko Bagi Pengurus dan Pejabat Bank Umum. PBI No. 12/7/PBI/2010 tentang Perubahan Atas PBI tentang Sertifikasi Manajemen Risiko Bagi Pengurus dan Pejabat Bank Umum. Program Penyegaran Penyegaran Program Sertifikat Manajemen Risiko adalah suatu program pelatihan lanjutan di bidang manajemen risiko berupa kursus, seminar, lokakarya, atau bentuk lain yang dapat dipersamakan dengan itu, yang dianggap dapat meng-update pengetahuan pemegang sertifikat terhadap perkembangan terkini dalam manajemen risiko. Pelaksanaan Penyegaran Program Sertifikat Manajemen Risiko dapat diselenggarakan oleh Penyelenggara Pendidikan sebagai organisasi atau institusi yang memiliki kemampuan dan memenuhi criteria untuk menyelenggarakan Penyegaran Program Sertifikasi Manajemen Risiko. Penyegaran Program Sertifikat Manajemen Risiko diatur dan dilaksanakan sesuai dengan Peraturan Bank Indonesia Nomor 11/19/PBI/2009 pasal 14 ayat 1 dimana; Komisaris dan Manajer Risiko Bank yang telah memiliki Sertifikat Manajemen Risiko wajib mengikuti Program Penyegaran paling kurang 1 satu kali dalam 4 empat tahun untuk tingkat 1; 1 satu kali dalam 4 empat tahun untuk tingkat 2; 1 satu kali dalam 2 dua tahun untuk tingkat 3; 1 satu kali dalam 2 dua tahun untuk tingkat 4; 1 satu kali dalam 2 dua tahun untuk tingkat 5; Adapun jangka waktu Penyegaran Program Sertifikat Manajemen Risiko ditetapkan terhitung sejak Sertifikat Manajemen Risiko terakhir diterbitkan. Dasar Pelaksanaan Peraturan Bank Indonesia Nomor 11/19/PBI/2009 tentang Sertifikasi Manajemen Risiko Bagi Pengurus dan Pejabat Bank Umum. Peraturan Bank Indonesia Nomor 8/9/PBI/2006 tentang Perubahan Atas Peraturan Bank Indonesia Nomor 11/19/PBI/2009 tentang Sertifikasi Manajemen Risiko Bagi Pengurus dan Pejabat Bank Umum. Pengertian Program Penyegaran adalah pelatihan lanjutan di bidang Manajemen Risiko yang diakui oleh Lembaga Sertifikasi Profesi, berupa kursus, seminar lokakarya atau bentuk lain yang dapat dipersamakan dengan itu. Tujuan Memperpanjang masa berlaku sertifikat manajemen risiko Ketentuan Program Penyegaran Reguler Jangka waktu mengikuti Program Penyegaran bagi setiap tingkatan sertifikasi adalah sebagai berikut 1 kali dalam 4 tahun untuk tingkat 1 1 kali dalam 4 tahun untuk tingkat 2 1 kali dalam 2 tahun untuk tingkat 3 1 kali dalam 2 tahun untuk tingkat 4 1 kali dalam 2 tahun untuk tingkat 5 Jangka waktu diatas terhitung sejak Sertifikat Manajemen Risiko terakhir diterbitkan. Program Penyegaran dilaksanakan oleh Training Provider yang telah diakui oleh BSMR. Apabila pemilik Sertifikat Manajemen Risiko yang tidak mengikuti Program Penyegaran pada batas waktu yang telah ditentukan maka Sertifikat Manajemen Risiko tingkat terakhir yang dimilikinya dinyatakan tidak berlaku lagi. Sertifikat Manajemen Risiko yang diakui adalah 1 tingkat dibawah Sertifikat Manajemen Risiko yang telah dinyatakan tidak berlaku. Program Penyegaran Eksekutif Jangka Waktu mengikuti Program Penyegaran adalah 1 kali dalam 2 tahun. Jangka waktu diatas terhitung sejak Sertifikat Manajemen Risiko terakhir diterbitkan. Batas waktu masa berlaku Sertifikat Manajemen Risiko Program Eksekutif adalah sebagai berikut Untuk peserta Sertifikasi Manajemen Risiko Program Eksekutif sebelum ditetapkannya PBI No. 8/9/PBI/2006 peserta tahun 2004 dan 2005 adalah tanggal 29 Mei 2008. Untuk peserta Sertifikasi Manajemen Risiko Program Eksekutif setelah ditetapkannya PBI No. 8/9/PBI/2006 peserta ahun 2006, 2007 dst adalah 2 tahun setelah tanggal dikeluarkannya Sertifikat Manajemen Risiko Program Eksekutif. Program Penyegaran Program Eksekutif dilaksanakan oleh Training Provider yang telah diakui oleh BSMR. Apabila pemilik Sertifikat Manajemen Risiko Program Eksekutif yang tidak mengikuti Program Penyegaran pada batas waktu yang telah ditentukan maka Sertifikat Manajemen Risiko tingkat terakhir yang dimilikinya dinyatakan tidak berlaku lagi. Sertifikat Manajemen Risiko yang diakui adalah 1 tingkat dibawah Sertifikat Manajemen Risiko yang telah dinyatakan tidak berlaku. Pelaksana Program Penyegaran Program Eksekutif Program Penyegaran Program Eksekutif dilaksanakan oleh Penyelenggara Pendidikan yang ditunjuk oleh BSMR. Proses pendaftaran dan Pembayaran Program Penyegaran Program Eksekutif dilaksanakan oleh Penyelenggara Pendidikan, BSMR datang pada saat pelaksanaan workshop sebagai observer yang memantau pelaksanaan Program Penyegaran. Persyaratan Kelulusan Peserta akan dinyatakan lulus apabila mengikuti secara aktif minimal 80% dari total sesi acara. Apabila kehadiran peserta kurang dari 80% total sesi acara, maka peserta dinyatakan tidak lulus dan berkewajiban untuk mengikuti kembali Program Penyegaran Sertifikasi Manajemen Risiko untuk Pogram Eksekutif berikutnya. Program Training on Trainer Pengertian Training Provider Training Provider adalah sebuah lembaga atau instansi yang menyelenggarakan pendidikan atau pelatihan di bidang manajemen risiko. Lembaga ini dapat berasal dari training centre perbankan maupun instansi pendidikan biasa lainnya. Training Provider diharuskan menjunjung tinggi loyalitas profesi di bidang manajemen risiko perbankan serta bekerja sesuai dengan kewenangan dan sesuai dengan aturan yang diberikan oleh BSMR. Persyaratan Training Provider Mempunyai akte pendirian sebagai sebuah lembaga pelatihan atau lembaga pelaksana pendidikan. Mempunyai setidaknya 3 tiga orang trainer tetap di utamakan S2 dari perguruan tinggi di kenal. Mengirimkan setidaknya 2 dua orang trainersnya dan lulus pada Training on Trainer BSMR. Memiliki trainer yang berpengalaman di bidang keuangan, perbankan atau manajemen risiko. Mempunyai sarana/kelas yang dapat menampung setidaknya 25 dua puluh lima siswa. Bersedia menyampaikan susunan pengurus organisasi serta daftar trainer tetap maupun tidak. Bersedia menyampaikan kurikulum dan program pendidikan/pelatihan yang tidak menyimpang dari silabus Program Sertifikasi Manajemen Risiko. Lembaga pendidikan asing dan badan hukum asing bersedia menyerahkan surat pernyataan kerjasama dengan lembaga kursus dalam negeri atau dengan investor dalam negeri. Mempunyai reputasi yang baik dalam bidang pendidikan atau pelatihan sumber daya manusia. Hak dan Kewajiban Training Provider Training Provider Berhak untuk menggunakan logo BSMR dan GARP dalam setiap aktivitas training sertifikasi manajemen risiko yang di adakan. Berhak untuk di cantumkan dalam website BSMR sebagai Training Provider yang terdaftar. Trainer yang telah mengikuti dan lulus Training on Trainers akan mendapatkan sertifikat sesuai tingkatannya dari BSMR. Training Provider Wajib menyampaikan materi training sesuai silaby BSMR. Wajib dan tunduk serta mentaati dan mematuhi segala peraturan BSMR Wajib untuk mengikuti Refreshment Program BSMR, jika terdapat perubahan materi. Ketentuan bagi Trainer yang Berpindah Instansi Training Provider Training Provider Lama Membuat Surat Pelepasan untuk dan atas nama trainer yang berpindah ke Instansi Training Provider baru untuk kemudian diserahkan kepada BSMR. Trainer yang bersangkutan secara otomatis melepaskan statusnya sebagai trainer pada Training Provider lama untuk menjadi trainer pada Training Provider baru. Training Provider yang melepaskan trainernya untuk pindah ke Training Provider baru akan tetap terdaftar pada BSMR pada level sebelumnya terakhir. Training Provider Baru Membuat Surat Keterangan untuk BSMR yang berisi keterangan perpindahan trainer dari Training Provider lama ke training Provider baru. Mencatatkan trainer yang pindah ke Instansi Training Provider baru ke BSMR, sebagai salah satu trainer mereka. Mendaftarkan trainer yang bersangkutan atas nama instansi Training Provider baru jika trainer tersebut diikutkan untuk TOT level berikutnya. Ketentuan lainnya Masa penetapan Training Provider BSMR adalah selama 2 tahun terhitung sejak tanggal di keluarkannya surat penetapan sebagai Training Provider. Masa Penetapan Training Provider BSMR dapat di perpanjang kembali apabila memenuhi semua ketentuan dari BSMR. Dan peraturan lainnya yang akan ditentukan kemudian.

sertifikasi manajemen risiko level 1